Najmiatun Nisa, aku mengenalnya sejak enam tahun yang lalu. Ketika aku pindah dari pondok pesantren Nurul Amin (MTsN Mu’alimin) di daerah Alabio, Sungai Pandan ke MTsN Model Amuntai (masalah kenapa aku pindah tidak aku ceritakan, kalau mau tahu. Bertemanlah dengan orangnya). Pertama kali aku tahu tentang dia karena dia siswi yang cerdas di kelas pada saat itu. Seorang siswa yang hyperaktif dalam menjawab semua pertanyaan guru (terutama Bahasa Inggris atau Biologi) dan pastinya menjadi pesaing terberatku pada saat itu. Itu dulu…. pada saat lagi bersemangat mengejar prestasi dalam bidang akademis, sekarang mulai mengerti bahwa persaingan dalam hal ini menurutku tak sepantasnya ada. Karena sejak beberapa kisah yang aku alami dalam beberapa tahun yang lalu membuatku menanamkan prinsip. “Kerjasama tim adalah makna yang sebenarnya harus ada.”
Dari awal perkenalan itu kami berteman cukup dekat, bahkan sangat dekat. Sampai-sampai ada yang pernah bilang kami pacaran (hayo…. suaminya jangan cemburu. Baca dulu dah….) Padahal kami tidak lebih sebatas teman dekat. Dahulu kami akan bersemangat jika membahas masalah Detective Conan, Dan Detective School (DDS), atau anime yang lainnya. Bahkan masalah film yang sedang axis pun tidak luput dari pembahasan kami. Di kelas, sepertinya perbincangan kami yang paling keras. Terkadang mengalahkan orang-orang yang sedang mengobrol. Parah…. Beginilah kalau ketemu orang yang memiliki hobby yang sama. Bahkan aku yang dahulu tidak suka membaca novel. Gara-gara anak ini, jadi suka.
R.N.F. , “Ya Allah, tabalnya buku tu. Buku napang tu Tun? (Ya Allah, tebalnya bukunya. Buku apa itu Tun….!!)”
Atun, “Harry Potter nah, payah banar kam kada suah mambaca. Ku pinjami dah nah pokoknya. Nieh…. (Harry Potter, payah kalau tidak baca. Aku pinjemin pokoknya. Nieh….)” Tumben ja pada saat tu mau pinjemin, biasanya ada apanya dulu baru pinjemin. Peace Tun…. Sesungguhnya dia orangnya tidak pelit. Hanya saja kalau barang kesayangan harus dia jaga baik-baik untuk mendapatkan kepercayaan barang yang dia miliki harus kembali. Sifat yang wajar dan dimiliki semua orang.
Baca satu, dua, tiga bab. “Keren nie novel….!! Padahal nonton filmnya sering, tapi tak mengerti” Inilah awal aku berkarir dalam bidang baca-baca novel. Tak apa, pengaruh yang bermanfaat positif dari teman sah-sah saja kan? Kami juga pernah melakukan taruhan.
R.N.F. , (langsung pakai bahasa Indonesia saja) “Hayoo…. Kita taruhan, siapa yang lebih tinggi nilai ulangan Biologinya. Mengerjakan tugas piket minggi ini.” Secara satu kelas penuh yang akan disapu.
Atun, “Oke….” Rata-rata sih aku yang menang kalau masalah biologi. Ayo ngaku Tun… Benerkan? (Tapi ini dulu… sekarang aku tulen jadi anak sosial. Padahal pernah bilang mau jadi guru Biologi saking sukanya). Kalau masalah bidang lain, kebanyakan dia yang menang. Bahasa Inggris, Fisika, atau Matematika dia pegang kendali. Makanya biasanya kalau dia yang ngajakin taruhan kerjakan piket mingguan dalam mata pelajaran itu aku tidak mau. Fragmen kenangan yang sangat berharga untuk disimpan.
Aku juga masih ingat, dia yang pertama kali mengusulkan dan memberiku kado ulang tahun. Ini waktu kelas VII B6, sama teman dekatnya yang bernama Eka. Tapi aku nyesel sangat kagak mengerti aku di kerjain seserius itu. Biasa anak pesantren yang belum tahu apa-apa dengan candaan serius (sssoookkk!!!). Sebenarnya aku sudah tahu, mereka bertingkah sangat aneh…. Si Atun ini pura-pura kehilangan jam tangan, pastinya kelas jadi agak ribut. Aku saja bingung kok bisa, toh aku duduk seharian di kelas (dulu kan anak introvert “pendiam”). Jujur, aku tidak bereaksi apa-apa, peduli pun tidak. Simplenya mereka cek di tas punggungku. Kalau tidak salah yang ikut ngerjain Rusdiana. Ujung-ujungnya ya seperti biasa, “Happy Birthday to you!! (dengan nada yang ku yakin sedunia menggunakan not yang sama)”
“Heeeeh….?” Reaksi ku sangat datar dan aku menolak kado yang diberikan (bodohnya aku) dan tanpa mengucapkan terima kasih sepatah kata pun. Sungguh aku menyesal. Jika aku tidak pernah membahas fragmen kenangan ini itu karena aku sungguh menyesal tidak menghargai apa pun pada saat itu. Dengan kesempatan ini semoga permohonan maafku diterima. Aku mengucapkan permohonan maaf kepada semua sahabat atas kenangan enam tahun yang lalu ini. Tidak mempercayai masalahnya, baru menginjakkan kaki di sekolah yang belum aku kenal dengan baik diberi sambutan seperti ini. “Arigato gozaimasu Minna…!!!!” (sudah memfosil nie ucapan terima kasih).
Kini kedekatanku dengan Atun semakin memudar. Karena mengalami masalah yang sangat berat. Seperti kebanyakan wanita yang sudah tumbuh dewasa, tentang “percintaan”. Aku menyadari dari sikapnya hanya dia yang akan menyelesaikan masalahnya. Tidak denganku…. Ya aku menjauh karena dia menjauh. Tapi di hati tetap akan menjadi sahabat yang paling berharga tentunya. Percaya Tun lah? Jujur aku merindukan keakraban pertemanan yang seperti dulu. Banyak yang belum dapat ku ceritakan. Kejar setoran nieh…. Yang lain juga mau aku jabarkan….( nanti rajin-rajin cek nie catatan, bisa aja ntar aku tambahin fragmennya).
۞ This Is Our WãΫ ۞
Karena ini semua adalah jalan yang harus kita tempuh bersama.
Untuk
Shinjiru, Aldaith, Albus dan semua orang yang selalu berada disekelilingku.
Kupersembahkan catatan ini untukmu dan untuk mengenang persahabatan indah di masa remaja yang kita lewati bersama di sekolah, disaat kau dulu begitu setia mendengarkan dengan tulus cerita-cerita fantasi dari sesuatu yang menggugah jiwa. Kuharap kenangan ini dapat memberikan makna untuk kehidupanmu dan atas kenangan yang akan selalu ada. Kini aku bisa dengan lantang mengatakan kepadamu bahwa aku sudah mempercayai satu hal. “Kini aku percaya kepada orang-orang disekelilingku yang selama ini memberikan segalanya kepadaku. Sebuah “PERSAHABATAN.”
۞ Short Note ۞
Jika ada kesalahan dalam penulisan (terutama masalah nama), tidak setuju atas fragmen kenangan ini. Bisa kalian ajukan kritik dan saran langsung kepadaku (tentunya yang sopan dan membangun). Catatan ini bisa saja aku perbaiki, edit, kurangi atau ditambah karena aku tidak mungkin ingat semua fragmen kenangan dalam menulis ini. Alangkah baiknya langsung memberikan komentar dalam catatan ini. Jangan lupa, jika menyukai fragmen kenangan ini. Kasih saja “Jempol”-nya. Arigatou Gozaimasu….



Tidak ada komentar:
Posting Komentar