Muhammad Fazaruddin.
Aku mengenal dengan sangat baik dengannya sejak empat tahun yang lalu, ketika aku masih duduk di bangku SLTP kelas IX. Kurang lebih satu tahun aku menjadi teman sebangkunya pada saat itu. Seorang sahabat yang paling tidak aku mengerti, mungkin karena tujuan dan sifat kami yang berbeda. Karena alasan itu, aku jarang bergaul dengannya dalam keseharianku. Bukan karena aku tidak mau berteman dengannya atau aku membencinya, tetapi ini karena tujuan kami yang berbeda (aku percaya ada yang memahamiku jauh lebih baik dari diriku tentang hal ini). Aku begitu memahami bahwa karena dia aku juga memiliki semua sahabat yang dapat memberikan makna tersendiri atas kisahku dalam kehidupan ini. Bagiku Fazar seorang sahabat yang memiliki cara sendiri dalam menjalani kehidupannya. Cara itulah yang tidak dapat aku pahami hingga saat ini.
Banyak hal yang spesial dari diri seorang Fazarudin, yang aku ketahui dia adalah seorang siswa cerdas di sekolah. Keahlian terbaik yang dia miliki menurutku dalam bidang Matematika, termasuk segala sesuatu yang berhubungan dengan menghitung. Bukan hanya ini, dalam proses belajar mengajar dia memiliki pemikirian kuat, cepat dan tanggap. Aku mengaku, aku bukan tandingan baginya dalam hal ini. Kebiasaan lain, Fazar jarang mencatat pelajaran yang diajarkan di sekolah (kalau tidak percaya lihat saja buku catatannya). Buku catatannya lebih rapi dan selalu tersusun rapi dalam ranselnya dari siapa pun menurutku. Aku mengetahui ini karena dahulu dia pernah berlagak dengan gayanya kepadaku.
Fazar, “Coba lihat susunan buku di dalam tasku!”
R.N.F. “Biar saja.” (*tanggapan cuek).
"Tidak ada foto lain yang aku miliki, sorry... ini pun ada kemaren karena ni anak minta editkan foto untuk daftar SNMPTN (kagak ada lagi orang yang mengeditkan). Tadi rencana mau pasang foto Budi Anduk... *peace (FORMALNYA, handak banikahan mungkin)Walaupun sering tidak mencatat, dia ingat dengan semua pelajaran itu pada saat mengerjakan tugas atau ulangan harian. Kalau pun dia melupakan sesuatu hal tentang pelajaran itu, dia hanya mellihat sekilas buku catatan milik orang lain dan akan kembali ingat dan paham akan pelajaran yang terlupakan itu. Selain itu dia memiliki kepercayaan diri yang sangat besar atas dirinya sendiri dan sosok yang bisa menempatkan dirinya dalam segala kesempatan dari orang-orang di sekitarnya. Karena hal itu dia selalu mendapatkan keberuntungan dari semua orang-orang yang berada disekelilingnya. “Keberuntungan juga merupakan sebuah kekuatan.”
Aku selalu berusaha menjadi seorang sahabat terbaik bagi siapa pun yang ingin berteman denganku. Walaupun pada kenyataannya aku sering dan selalu mengecewakan hampir semua orang yang pernah mengenalku. Akan tetapi, aku mempercayai selemah apapun sebuah ikatan persahabatan yang kita miliki tidak akan merubah sifat yang dinamakan “Persahabatan itu kan?” Kita hanya bisa mempercayai bahwa segala kenangan yang pernah terjadi di masa lalu akan menjadi sebuah pembelajaran yang sangat berharga di masa yang akan datang. Dalam hal ini, aku tidak setuju dengan adanya pepatah “seseorang yang menjatuhkan dirinya dalam lubang yang sama adalah sebuah tindakan yang sangat bodoh.” Karena aku sangat mempercayai bawa seseorang yang mengambil dampak yang sama (menjatuhkan dirinya ke lubang yang sama) memiliki alasan yang berbeda dari sebelumnya. Lagi-lagi.... aku hanya bisa menggambarkan sebuah penjelasan dengan kalimat yang sulit dipahami.
Karena kenangan yang sudah aku lalui. Kini Muhammad Fazaruddin akan selalu memberikan makna kehidupannya kepadaku. Begitu pula dengan semua sahabat yang aku miliki dalam kehidupanku selama ini. Semoga persahabatan kecil ini akan selalu ada dan jangan biarkan persaudaraan diantara kita mati oleh kebencian yang terlahir dari sebuah perbedaan. Amin….
۞ This Is Our WãΫ ۞
Karena ini semua adalah jalan yang harus kita tempuh bersama.
Untuk
Shinjiru, Aldaith, Albus dan semua orang yang selalu berada disekelilingku.
Kupersembahkan catatan ini untukmu dan untuk mengenang persahabatan indah di masa remaja yang kita lewati bersama di sekolah, disaat kau dulu begitu setia mendengarkan dengan tulus cerita-cerita fantasi dari sesuatu yang menggugah jiwa. Kuharap kenangan ini dapat memberikan makna untuk kehidupanmu dan atas kenangan yang akan selalu ada. Kini aku bisa dengan lantang mengatakan kepadamu bahwa aku sudah mempercayai satu hal. “Kini aku percaya kepada orang-orang disekelilingku yang selama ini memberikan segalanya kepadaku. Sebuah “PERSAHABATAN.”
۞ Short Note ۞
Jika ada kesalahan dalam penulisan (terutama masalah nama), tidak setuju atas fragmen kenangan ini. Bisa kalian ajukan kritik dan saran langsung kepadaku (tentunya yang sopan dan membangun). Catatan ini bisa saja aku perbaiki, edit, kurangi atau ditambah karena aku tidak mungkin ingat semua fragmen kenangan dalam menulis ini. Alangkah baiknya langsung memberikan komentar dalam catatan ini. Jangan lupa, jika menyukai fragmen kenangan ini. Kasih saja “Jempol”-nya. Arigatou Gozaimasu….
Hanya tentang sebuah :
PEMAHAMANKU
Setiap insan manusia memiliki sesuatu hal yang paling dia sukai dan hal yang paling benci. Aku akan menyebut sesuatu yang paling disukai itu dengan kata “Harapan” dan hal yang paling dibenci itu sebagai “Kenangan.” Jika Harapan adalah sesuatu yang selalu kita inginkan keberadaannya, maka Kenangan sebaliknya. Jika Harapan adalah sesuatu yang akan terjadi di masa yang akan datang, maka Kenangan adalah hal yang sudah terjadi di masa lampau.
Sekarang aku akan membawa kalian untuk menyusun sebuah rumusan dari penggambaran kalimat-kalimat di atas.
Sesuatu yang disukai = Harapan = Masa yang akan datang
Sesuatu yang dibenci = Kenangan = Masa lampau yang sudah terjadi
Selanjutnya, setiap insan manusia juga memiliki sesuatu yang disebut sebagai “Tujuan”, dan “Keterpaksaan.” Dalam penilaianku dari kehidupan yang sudah aku jalani selama tujuh belas tahun ini. Pondasi (dasar) Tujuan yang dimiliki setiap manusia itu sebenarnya berasal dari hati yang fitrah (suci). Akan tetapi dalam perjalanannya “Tujuan” mengalami perubahan sifat dari kebaikan menjadi keburukan karena sebuah keadaan yang memaksa seorang insan merubah sifat itu. Perubahan kepada keburukan itulah yang aku sebut sebagai “Keterpaksaan.” Sesungguhnya, dalam keadaan “Keterpaksaan” itu ada sebuah kesempatan yang dapat kita gunakan untuk merubah kembali Tujuan yang bersifat buruk menjadi sifat yang baik, hanya saja kebanyakan insan tidak menggunakan kesempatan itu karena takut untuk memberikan sebuah pengorbanan terhadap dirinya.
Tujuan + Perjalanan “akan menghasilkan” Tujuan yang baik, jika Keterpaksaannya dapat dia lalui dengan pengorbanan terhadap dirinya.
Tujuan + Perjalanan “akan menghasilkan” Tujuan yang buruk, jika Keterpaksaannya dia lalui TIDAK dengan pengorbanan terhadap dirinya.
Dengan adanya Harapan, Kenangan, Tujuan dan Keterpaksaan ini maka aku dapat menyebut semua reaksi yang bercampur itu sebagai KEHIDUPAN. Benar, ini adalah Kehidupan yang kita jalani pada saat ini. Apa keterkaitan antara Harapan, Kenangan dan Tujuan? Jawaban ini dapat kau temukan dalam fragmen kenangan yang sudah ada di dalam kehidupanmu. Sebuah kepastian semua orang yang menjalani Kehidupan pasti memilikinya. Semoga semua penggambaranku di atas dapat dipahami. Aku pesimis apakah ada seseorang yang dapat memaknainya. Karena aku tidak dapat menyusun rumusan itu kedalam sebuah penjelasan yang lebih sederhana lagi.
Kehidupan yang akan kita jalani akan menghasilkan sebuah dampak dari tindakan apa yang kita lakukan sebelumnya. Itu semua tergantung individu masing-masing mau menghasilkan dampak yang positif atau yang negatif (kebaikan atau keburukan). Semua kesempatan itu kapasitasnya sama bagi setiap individu yang mau menggunakannya dengan bijak dan ini semua kembali ke dalam sikap dan tindakan apa yang akan di ambil oleh kita.
–Rodhiya Noor Fajri PRIETENIA Shinjiru-


Tidak ada komentar:
Posting Komentar