BLOGGER TEMPLATES AND Google Homepages »

Kami Tidak Pernah Lelah Menggapai Bintang

Kami Tidak Pernah Lelah Menggapai Bintang
Kenangan Observasi Tugas Perkembangan Peserta Didik

Minggu, 31 Juli 2011

Dwi Putri Hidta Yunia



Dwi Putri Hidta Yunia,
            Friendster, 12 Juni 2009 (Dik, kalau salah nanti kasih komen kaka, kaka tidak yakin akan tahun ini).
Dwi Putri Hidta Yunia, “Assalamu’alaikum…. Selamat ulang tahun ya? Walau pun kita tidak saling kenal aku tetap mengucapkan ini.”

            Itu adalah perkenalan pertama kami. Aku sangat terkesan pertama kali membaca itu. Sanggat tersanjung. Dalam obrolan dan perkenalan lebih dekat setelah itu, aku dapat membaca bagaimana kepribadiannya. Seseorang yang dapat mengisi kekosongan yang ada di hati seseorang, siapa pun orang yang dekat dengannya. Dwi Putri Hidta Yunia adalah seorang remaja putri yang tinggal di Surabaya, hingga akhirnya aku menganggapnya sebagai adik angkatku karena semakin dekatnya komunikasi yang kami jalin pada saat itu. Seorang adik yang sangat perhatian, manis, cantik, penyayang kepada siapa pun, pemaaf, dan tidak akan pernah melupakan seseorang yang pernah berkenalan dengannya. Buktinya, hingga sekarang kami tetap berkomunikasi walaupun aku sering menghilang dalam kesibukanku semasa SMA. Dia selalu mengirimkan doa’nya untukku dan kupikir itu juga dikirimkannya kepada semua teman-temannya.

            Walaupun aku tidak pernah bertemu secara langsung dengannya, tapi dia sangat dekat denganku. Sama dekatnya layaknya seorang kakak dan adik yang selalu memberikan perhatian satu sama lain, meskipun komunikasi kami hanya lewat jejaring sosial, SMS dan telepon. Andaikan aku mau menceritakan semua kejadian dan kepedihanku di masa lalu itu, aku yakin dia dengan senang hati mau mendengarkan. Hanya saja aku tidak pernah bercerita banyak kesedihan yang pernah aku alami selama berkenalan dengannya, aku pikir inilah sikap seorang kakak kepada adiknya. Aku sangat berharap dia memahami hal ini.

            Aku sangat bahagia, kini dia sudah sangat dewasa. Sudah memiliki calon suami yang sangat baik. Aku hanya mengenal nama depannya saja, “Drita”, seorang profesional dalam bidang mesin pesawat dan bekerja di sebuah maskapai penerbangan di Indonesia. Semoga ikatan mereka sampai ke jenjang pernikahan. Amin…. Aku percaya dan berharap komunikasi dengan Dik Dwi akan selalu ada, walaupun kini sangat jarang untuk saling berkabar.

Seutas tali yang dipenuhi oleh ikatan bunga yang indah, teruntai dalam genggaman seseorang yang terikat dari seutas benang yang rapuh pada awalnya. Tentunya akan putus jika ditarik oleh badai dalam persahabatan.

Cerita ini mengalir bukan tentang kapan badai itu datang, bukan pula tentang dimana badai itu berasal, tetapi bagaimana cara menghadapi badai yang memutuskan untaian tali yang sudah disimpul rapi selama ini.

Setiap orang memiliki ikatan dalam kehidupannya. Sekuat apa ikatan itu, tentunya beberapa orang selalu mempertanyakan hal yang sama kepada dirinya sendiri. Hadirlah beberapa diantara mereka yang membawakan ikatan yang seindah untaian bunga yang sungguh memancarkan kedamaian dalam hati. Tetapi suatu saat badai pasti hadir pula.

Untuk apa hidup dalam penderitaan dan kesendirian yang pahit, jika ada sebuah ikatan persahabatan di depan mata. Untuk apa berusaha melarikan diri dari kehidupan yang sepi, jika ada sebagian dari mereka yang mengalungkan untaian bunga dalam kehidupannya. Karena cerita ini mengalir tentang persahabatan.

Karena semua berasal dari ikatan yang memang akan berada dalam keaabadian, bagaimana pun akhirnya. Cerita ini mengalir tentang kapan persahabatan itu dimulai dan dimana persahabatan itu terlahir.

Menyusun sebuah pesan menjadi rentetan cerita yang memukau  semua hati pendengarnya memang sangat sulit. Tapi kepercayaan akan memudarkan semuanya. Ini sebuah tantangan untuk melahirkan, mengharapkan dan mempersembahkan yang terbaik untuk mereka, kalian, kita dan dirimu sendiri.

*Clue Secrets
Beberapa kalimat di atas adalah pesan yang aku sampaikan untuk adik-adikku di Sanggar Teater Prietenia disaat aku lulus kemaren. Sebenarnya di dalamnya ada teka-teki yang harus dipecahkan oleh mereka, tapi kini sanggar itu sudah menutupkan tangannya dalam satu generasi yang sangat aku cintai. Entahlah, apakah pesan itu terkumpul atau tidak.

۞  This Is Our WãΫ  ۞
Karena ini semua adalah jalan yang harus kita tempuh bersama.

Untuk
Shinjiru, Aldaith, Albus dan semua orang yang selalu berada disekelilingku.
Kupersembahkan catatan ini untukmu dan untuk mengenang persahabatan indah di masa remaja yang kita lewati bersama di sekolah, disaat kau dulu begitu setia mendengarkan dengan tulus cerita-cerita fantasi dari sesuatu yang menggugah jiwa. Kuharap kenangan ini dapat memberikan makna untuk kehidupanmu dan atas kenangan yang akan selalu ada. Kini aku bisa dengan lantang mengatakan kepadamu bahwa aku sudah mempercayai satu hal. “Kini aku percaya kepada orang-orang disekelilingku yang selama ini memberikan segalanya kepadaku. Sebuah “PERSAHABATAN.”


۞  Short Note  ۞
Jika ada kesalahan dalam penulisan (terutama masalah nama), tidak setuju atas fragmen kenangan ini. Bisa kalian ajukan kritik dan saran langsung kepadaku (tentunya yang sopan dan membangun). Catatan ini bisa saja aku perbaiki, edit, kurangi atau ditambah karena aku tidak mungkin ingat semua fragmen kenangan dalam menulis ini. Alangkah baiknya langsung memberikan komentar dalam catatan ini. Jangan lupa, jika menyukai fragmen kenangan ini. Kasih saja “Jempol”-nya. Arigatou Gozaimasu….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar