“….pokoknya Naruto itu adalah anime yang sangat penuh dengan makna kehidupan didalamnya. Apapun ada di dalamnya, dari kisah tentang cinta, persahabatan, perpolitikan, sampai ke ideologi (pandangan) hidup.”
Eva, “Benarkah? (awalnya kayaknya kagak tertarik)”
R.N.F. , “Nah, coba lihat. Rambut merah ini namanya Sakura, (melihat-lihat gambar) itu Naruto Uzumaki. Nah ini Uchiha Sasuke.”
“Haaa…. Gantengnya. Sakuke….” Ini adalah awal pertama kali kami berkenalan lebih jauh selama di MTsN Model Amuntai kelas IX A, tahun ajaran 2007/2008 dan kisah pertama si Eva mengagumi Sakuke Uchiha. Sungguh sikap yang biasanya aku temukan dari puluhan gadis yang pernah aku ceritakan tentang anime ini.
Hal yang aku ingat dari Eva pada saat itu hanya tentang kesukaannya kepada Uchiha Sasuke. Tapi kesukaan itu hanya sebentar. Karena mungkin dia tidak mengikuti ceritanya hingga saat ini. Pertemanan kami pun pada saat itu semakin dekat. Aku pikir dia orang yang sangat baik, perhatian kepada teman-temannya dan mudah bergaul. Dalam pertemananku di kelas semasa itu tidak terlalu sering bicara karena jarak kami duduk berjauhan (entahlah, jujur aku pun lupa dimana dia duduk, sorry Va !!). Hingga aku tahu apa yang dia sembunyikan selama ini dalam hatinya.
Selama aku menajalani kehidupanku di SMA, aku semakin mengenal tentang kepribadian Eva. Mungkin pegetahuan yang sama juga dengan semua orang yang memiliki hubungan pertemanan yang cukup lama. Dahulu awal dekat semasa SMA hanya sebatas SMS dan Facebook, karena dia bersekolah di kota Banjarmasin. Jurusan Farmasi, hanya itu yang aku tahu. Lama kelamaan, aku menyadari apa yanga ada dalam hatinya selama ini. Tentang perasaan suka atau mungkin cintanya kepada seseorang yang ternyata dekat denganku. Sebenarnya aku sangat bahagia akan hal itu, tetapi berbagai kisah yang aku lalui sampai hari ini membuatku semakin menyadari kisahnya sesulit apa. Bayangkan saja apakah kau bisa memperbaiki sekotak penuh gulungan benang yang sudah kau kusutkan? Mungkin jika itu pada kenyataannya, aku percaya akan mudah bagi Eva jika hanya akan memperbaiki setumpuk benang yang kusut itu demi cintanya. Kebenaran yang ada, kisah cinta ini tak pernah aku bayangkan sangat sulit jika aku yang mengalaminya.
Hal itu juga yang membuat diri seorang remaja putri ini begitu spesial. Seseorang sahabat yang memiliki kepribadian sekuat karang yang setiap hari selalu digempur oleh ombak di tepian pantai (mungkin dia tidak menyadari bahwa dia memiliki kekuatan ini). Buktinya, hingga saat ini dia masih mampu bertahan. Super salut…. Banyak hal yang membuatku termaknai dari diri seorang Eva. Orang yang cerdas, manis, dan baik. Tetapi kadang, ada suatu keadaan dia akan menjadi sangat rapuh. Jika Inuyasha (salah satu karakter dalam anime) akan kehilangan kekuatannya pada saat bulan purnama, maka Eva akan mengalami hal yang sama jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap orang yang dia cintai. Kadang sangat berlebihan, bahkan dirinya sendiri aku ketahui pernah dia abaikan, hanya ini keburukan yang tidak aku suka dari Eva. Aku pernah bertengkar gara-gara dia pernah mementingkan urusan orang lain juga.
R.N.F , “Pokoknya, bila ikamnya nang handak minta tolong lawan aku. Aku bantui tu pang salama aku kawa manolongi. Aku usaha’akan. Tapi amun masalah inya atau orang lain. Aku kada handak. (Pokoknya, jika dirimu sendiri yang mau minta tolong sama aku. Aku pasti akan membantu selama aku bisa. Aku usahakan. Tapi jika yang minta tolong itu dia atau orang lain. Aku tidak mau).”
Balasan SMS yang aku ingat. Eva, “…. Ok, kita kada lagi bakawan…..(ok, kita tidak temenan lagi).” Sesungguhnya aku tidak enak dengan sikapku. Entahlah, aku juga tidak mengirim SMS apapun lagi kepadanya. Keputusan yang aku ambil, itu jalanku. Kupikir dia sudah cukup terbebani dengan masalah kehidupannya sendiri. Malah masalah orang lain yang maau dia pikirkan. Heran…. (maafkan atas sikapku yang lalu itu Va, mohon dipahami kenapa aku bersikap seperti itu) Tetapi setelah beberapa hari, kami baikan kembali. Hahaha…. Pertengkaran pertama kali selama beberapa tahun sudah berkenalan.
Aku sangat berharap dengan catatan ini dia bisa menjadi seseorang yang lebih kuat lagi dimasa yang akan datang. Iya… aku tahu bahwa kini pun kau sudah memiliki kekuatan yang tersembunyi dalam dirimu. Tapi kelemahan itu yang sampai sekarang ada. “Percayalah Kepada Takdir….” Mungkin itu pesan simple yang dapat aku berikan. “Kadang kita juga diharuskan membunuh perasaan.” Kata Uchiha Itachi. Anime lagi, anime lagi….
Kini Eva Maulidya menjadi sosok yang sangat memberikan makna dalam kehidupanku. Diantara banyak sahabat lain yang juga sangat menginspirasiku.
۞ This Is Our WãΫ ۞
Karena ini semua adalah jalan yang harus kita tempuh bersama.
Untuk
Shinjiru, Aldaith, Albus dan semua orang yang selalu berada disekelilingku.
Kupersembahkan catatan ini untukmu dan untuk mengenang persahabatan indah di masa remaja yang kita lewati bersama di sekolah, disaat kau dulu begitu setia mendengarkan dengan tulus cerita-cerita fantasi dari sesuatu yang menggugah jiwa. Kuharap kenangan ini dapat memberikan makna untuk kehidupanmu dan atas kenangan yang akan selalu ada. Kini aku bisa dengan lantang mengatakan kepadamu bahwa aku sudah mempercayai satu hal. “Kini aku percaya kepada orang-orang disekelilingku yang selama ini memberikan segalanya kepadaku. Sebuah “PERSAHABATAN.”
۞ Short Note ۞
Jika ada kesalahan dalam penulisan (terutama masalah nama), tidak setuju atas fragmen kenangan ini. Bisa kalian ajukan kritik dan saran langsung kepadaku (tentunya yang sopan dan membangun). Catatan ini bisa saja aku perbaiki, edit, kurangi atau ditambah karena aku tidak mungkin ingat semua fragmen kenangan dalam menulis ini. Alangkah baiknya langsung memberikan komentar dalam catatan ini. Jangan lupa, jika menyukai fragmen kenangan ini. Kasih saja “Jempol”-nya. Arigatou Gozaimasu….



Tidak ada komentar:
Posting Komentar