BLOGGER TEMPLATES AND Google Homepages »

Kami Tidak Pernah Lelah Menggapai Bintang

Kami Tidak Pernah Lelah Menggapai Bintang
Kenangan Observasi Tugas Perkembangan Peserta Didik

Minggu, 15 Januari 2012

Radina (Radina Spektor)


Maafkan aku sudah lama menunda penulisan fragmen kenangan ini. Semenjak janji yang kubuat pada Juni 2011 yang lalu kepada seorang sahabat bernama Radina, tentang penulisan beberapa kenangan tentang dirinya pada bagian kecil di dalam banyak ruangan yang ada dalam kehidupanku ini. Semoga dengan adanya penulisan ini bisa mempererat tali silaturahmi kita kini hingga akhir cerita nanti. Meski dalam perjalanan kehidupan tidak selamanya indah seorang individu yang ditakdirkan untuk hidup dan menjalani kehidupannya selalu berusaha menghadirkan sebuah keindahan yang mimpikan banyak orang. Pemaknaan terdalam atas penulisan ini semoga dapat diartikan sebagai sesuatu yang positif dan menghadirkan sesuatu kebaikan pula.

Radina dengan seragam perkuliahan di UNLAM
Radina, nama ini aku kenal sejak aku masuk ke kelas XA, MTsN Model Amuntai, tepatnya sekitar lima tahun yang lalu (penulisan ini tahun 2012). Seoroang remaja putri yang pada saat itu memiliki sesuatu yang unik di antara teman yang lainnya. Tidak ada perkenalan yang formal di antara kami. Perkenalan kami terjadi pada saat persahabatan yang terjalin di kelas IX A, di MTsN Model Amuntai. Kelas terbaik pada saat itu, bukan sebuah opini bahwa semua anak yang berada di kelas itu memiliki berbagai potensi khusus yang sekarang terbukti berbeda dengan remaja-remaja lain yang pernah aku kenal saat ini. Jika sebuah peng’ibaratan atas kelas itu mungkin seperti kelas “Q” di anime dan komik Dan Detective School (DDS). Terlalu melebihkan mungkin ya? Tapi sungguh seperti itulah keadaannya. Penilaian yang objektif adalah seorang yang merasakan dan melihat sesuatu berdasarkan pengalamannya. Selama satu tahun aku berada di dalam kelas itu dan aku merasakan adanya perbedaan. Sebuah penilaian perbedaan yang lebih cenderung aku bisa menilai lebih baik dari pada semua anak yang selama tiga tahun berada di dalam sana. Kelas itu berbeda, memang sangat berbeda. Seberapa kuatkah persahabatan yang ada dalam kelas tesebut hingga sampai kini (bertahun-tahun) aku bisa merasakan persahabatan  yang semakin kuat. Meski sudah tidak saling bertemu satu sama lain, hati tetap mengatakan sebuah perkara yang tidak bisa dikatakan dusta. “Dia sahabatku. Dia juga sahabatku.”




Seorang yang selalu ceria.
Selain cerdas dan manis (tidak ada unsur dibuat-buat), mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat jurusan FKIP, PAUD ini handal dalam menjalin pertemanan dengan orang-orang sekitarnya. Karena bakatnya itu, semua orang menyukainya. Bahkan aku. Jika aku menarik sebuah fragment kenangan dengannya. Yang aku ingat adalah dia adalah seorang sahabat yang “Sangat Spesial.” Semua hal dari fragment yang kumiliki, sepertinya semuanya adalah sebuah hubungan yang tidak ada buruknya.  Aku tahu perpisahan terjadi baru saja dalam beberapa bulan ini, setelah lulus SMA, kami tidak lagi dalam sebuah instansi pendidikan yang sama (sekarang masa perkuliahan). Radina memiliki pipi yang tembem dan ini bukan kekurangan. Karena pipi ini menjadikannya sebuah hal yang istimewa di antara sahabatku yang lain. Dia juga memiliki gaya berbicara yang khas, lembut tapi sedikit tegas. Aku paling suka gaya bicaranya kalau sedang mengeluhkan sesuatu atau sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting.

Sedikit tentang CINTA, Aku pernah mengetahui sedikit tentang masalah asmaranya dengan seorang laki-laki. Radina seorang yang setia di mataku, meski kadang pernah disakiti, dia selalu bisa membagi perasaannya kepada orang lain agar tetap ceria dalam menjalani kehidupan, mrmbagi perasaan sedih itu dengan cara yang baik. Cara dia membaginya dengan sharing kepada para sahabatnya dan dengan itu ku pikir dia mendapatkan sebuah kekuatan baru untuk bisa bangkit kembali. Memang sepertinya semua wanita melakukan hal yang sama jika kita kaitkan tentang perkara CINTA dan selak beluk yang berkaitan dengan hal ini. Sebuah doa untukmu sobat, optimis dan percayalah bahwa sepasang hati akan bersatu ketika seorang manusia sudah siap untuk menjalani bagian tahapan kehidupan selanjutnya.


Kini Radina menjadi sosok yang akan ada pada sebuah ruang yang istimewa di dalam bagian kehidupan ini. Bukan hanya di dalam hatiku, tapi aku juga mempercayai bahwa dia akan dikenang di setiap hati semua orang yang pernah mengenalnya. Salam....

۞  This Is Our WãΫ  ۞
Karena ini semua adalah jalan yang harus kita tempuh bersama.

Untuk
Shinjiru, Aldaith, Albus dan semua orang yang selalu berada disekelilingku.
Kupersembahkan catatan ini untukmu dan untuk mengenang persahabatan indah di masa remaja yang kita lewati bersama di sekolah, disaat kau dulu begitu setia mendengarkan dengan tulus cerita-cerita fantasi dari sesuatu yang menggugah jiwa. Kuharap kenangan ini dapat memberikan makna untuk kehidupanmu dan atas kenangan yang akan selalu ada. Kini aku bisa dengan lantang mengatakan kepadamu bahwa aku sudah mempercayai satu hal. “Kini aku percaya kepada orang-orang disekelilingku yang selama ini memberikan segalanya kepadaku. Sebuah “PERSAHABATAN.”


۞  Short Note  ۞
Sangat penting ketika Anda membaca sebuah tulisan yang berjudul “Pemberitahuan”, karena semua tujuan penulisan catatan ini ada disana dan semua catatan fragmen kenangan lain yang secara tidak langsung berkaitan antara satu dengan yang lain. Banyak hal yang tidak bisa aku ceritakan pada semua karyaku tapi aku ceritakan dengan alur kehidupan yang baik kepada orang-orang yang aku mempercayai mereka. Sungguh, dalam semua karya ini sudah banyak hal yang bisa dijadikan pemaknaan atas cerita lain bagi orang-orang yang memiliki pemikiran yang luar biasa. Jika ada kesalahan dalam penulisan (terutama masalah nama), tidak setuju atas fragmen kenangan ini. Bisa kalian ajukan kritik dan saran langsung kepadaku (tentunya yang sopan dan membangun). Catatan ini bisa saja aku perbaiki, edit, kurangi atau ditambah karena aku tidak mungkin ingat semua fragmen kenangan dalam menulis ini. Alangkah baiknya langsung memberikan komentar dalam catatan ini. Jangan lupa, jika menyukai fragmen kenangan ini. Kasih saja “Jempol”-nya. Arigatou Gozaimasu….


Tidak ada komentar:

Posting Komentar