BLOGGER TEMPLATES AND Google Homepages »

Kami Tidak Pernah Lelah Menggapai Bintang

Kami Tidak Pernah Lelah Menggapai Bintang
Kenangan Observasi Tugas Perkembangan Peserta Didik

Senin, 29 Agustus 2011

Ramadhan 1432 H Sepucuk Surat Untuk Para Sahabat



Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
            Semoga pada saat kau membaca surat ini, engkau dalam keadaan tersenyum. Karena aku begitu mempercayai bahwa Allah s.w.t. selalu menghadirkan kasih sayang-Nya dalam kehidupanmu.Sebuah rasa yang sama juga untuk sosok-sosok yang selalu menghiasi seluruh fragmen kehidupan-ku selama ini. Aku juga meyakini bahwa Muhammad s.a.w. adalah sosok yang selalu berada dalam tempat yang sangat istimewa dalam hatimu, karena hal itu engkau begitu kokoh dalam memegang keimanan dengan Islam sebagai agama yang menjadikan kita mampu mengarungi arus dalam kehidupan selama ini.


            Satu tahun ini terasa sangat berbeda, karena banyak hal yang sudah aku lalui. Bersama orang-orang yang tidak kurangnya selalu aku hargai keberadaannya. Bahkan beberapa diantaranya selalu menyemangati dan menginspirasi-ku bagaimana pun kondisi yang aku hadapi dalam satu tahun terakhir ini. Pertemuan dan Perpisahan, dua perkara yang tidak mungkin luput kita rasakan dalam kehidupan yang kita jalani ini. Dua perkara itulah hal yang selalu tidak siap aku hadapi. Aku selalu tidak siap untuk mengenal setiap orang yang selalu saja lebih istimewa dari diriku, karena aku selalu berpikir bahwa aku tidak lebih istimewa dari kalian semua selama ini. Aku juga tidak siap untuk mengucapkan perpisahan kepada mereka yang selalu memberikan inpsirasi dan semangat yang membuatku berdiri tegap hingga hari ini. Tidak ada hal yang dapat aku berikan selain kesederhanaan dariku atas semua kebaikan kalian selama ini, aku juga merasa sangat kecewa jika ternyata persahabatan yang aku berikan selama ini masih kurang dimata kalian.

            Kesederhanaan dan hanya sebuah penghargaan kepada kalian.Itulah hal yang selalu aku usahakan mempersembahkannya kepada semua orang yang berada disekeliling kehidupanku. Rodhiya Noor Fajri, apa istimewanya sih sosok yang memiliki nama itu? Ku pikir sosok diriku tidak pernah lebih ISTIMEWA dari seseorang yang menerima surat ini. Aku bersungguh - sungguh atas hal ini. Atas penerimaan ikatan yang aku berikan selama ini, aku ucapkan terima kasih. Terlebih kepada lima orang yang menginspirasiku dalam penulisan surat ini kemaren. “ Terima kasih atas kunjungannya.” Juga kepada kedua saudara perempuanku yang menyuruh dan memaksa dalam pembuatan surat ini. “ Kalian begitu menginspirasi.”  Aku berharap beberapa orang yang mungkin tidak menerima surat ini juga akan memahami bahwa aku bukan sengaja untuk tidak memberikan sepucuk surat ini, tetapi pasti ada beberapa kendala kenapa surat ini tidak sampai kepada sebagian dari kalian.

            Hari ini aku membagikan puluhan surat yang sama kepada semua sahabat yang sangat begitu aku anggap istimewa. Tidak ada maksud lain selain ingin mengucapkan permohonan maaf atas sikap yang aku tunjukkan dalam satu tahun terakhir ini. Atau pun kejadian yang pernah aku ukir dalam mozaik kehidupanmu dimasa lalu. Aku meyakini bahwa aku pernah menyakiti hati setiap orang yang aku kenal selama ini, termasuk dirimu. Kesombongan, rasa congkak, marah, ejekan, candaan, kebohongan, raut wajah yang menyebalkan bahkan sebuah keburukan yang aku sendiri tidak menyadarinya. Sungguh, pada hari ini aku berharap dapat memperoleh maaf dari semua orang yang selalu menghiasi setiap mozaik kehidupan–ku selama ini. Apa berharganya sebuah kedidupan jika aku kadang menyimpan rasa bersalah kepada beberapa orang diantaraku. Jika ada sebuah kesalahan atau rasa sakit yang kuberikan selama ini tidak dapat termaafkan dari beberapa orang diantara kalian. Sungguh aku memaksamu untuk segera mengatakannya kepadaku langsung dihadapanku. Agar aku bisa mencari cara agar kesalahan itu dapat aku perbaiki keadaannya. Semoga.... Aku juga ingin memberikan pemahaman, inilah diriku dan semua tentangku. Kadang aku menjadi angin musim semi yang memberikan kehangatannya kepada sosok disekelilingku, tetapi aku juga sering berubah menjadi angin musim panas yang selalu menjadikan hati semua orang didekatku menjadi tandus.

            Aku berharap kita menjadi sosok yang kembali putih. Seperti selembar kertas putih yang baru.Kalau pun ada noda hitam yang terukir dalam fragmen kehidupan kita (noda yang terukir dalam kertas putih itu). Aku selalu berharap itu hanyalah sebuah tulisan yang berarti hanya sebuah pengalaman dalam kehidupan kita. Yang meberikan makna kepada kita bahwa coretan noda pengalaman itu adalah pelajaran agar kita menjadi sosok yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang. “Seperti tulisan yang ada dalam sepucuk surat yang sangat sederhana ini.” Semoga dapat menjadikan hati kita kembali suci pada hari kemenangan di tahun ini.

            Selamat merayakan Idul Fitri, 1432 H. “ Minal Aidzin Wal Faidzin”, mohon maaf lahir dan bathin. Aku sungguh memohon ampun dan maaf kepadamu, kepadanya, kepada mereka, dan kepada semua orang yang berada di sekitar kehidupanmu.



Sepucuk surat sederhana ini,
            Ditulis dengan tulus dengan ikatan persahabatan dan sebuah kesederhanaan yang hakiki. Dari
            Shinjiru Aldaith Albus.




Rodhiya Noor Fajri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar